RESATRINOVIA’S BLOG

Tentang sebuah perjuangan

Hambar 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 6:00

Sebagai manusia:

Aku cacat!!!
sebab jiwamu tak lagi bersamaku
sebab belaianmu tak lagi bernyawa

dan

percintaan kita tinggalah jasad diatas jasad

 

Hanya Jika 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 5:59

jika kau adalah tujuan,
maka biarlah jarak menjadi batasan kearifan
hingga takdir menentukan…

kau yg diujung penantian ku,
datanglah dengan lembar halaman penghabisan
entah romansa ataupun satir,
sebuah cerita haruslah berakhir…

 

Masihkah Percaya? 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 5:57

langkah ini begitu ringan
kujalani dengan kenikmatan
tanpa harap dan keinginan
tentang suatu yang akan

masihkah percaya?
segalanya tlah termaktubkan!

 

MATI 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 5:56

ada yang ingin ku ingkari
adayang ingin ku pungkiri
ada yang ingin ku sudahi
dan segala keberadaan ini
tak lain adalah diriku sendiri…

 

ngopi 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 5:49

Sebatang rokok dan kopi dalam cawan;
Pahit – legit lekat di tenggorokan.
Ku seruput habis sesorean,
sambut bulan yang rindukan malam…

 

Ooh… 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 5:48

Ooh…

Nyanyian rindumu bagai candu…
Melantun dengan santun,
Membuai dengan gemulai.
Aku…
Lena karenanya

 

Padamu Sang Batu 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 5:46

padamu sang batu,

aku takkan menjadi lahar yang meleburkan wujudmu
aku takkan menjadi air yang mengikis habis adamu
aku pahat yang mengukir indah parasmu dihatiku.

 

pasif! 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 5:45

matamu binar sebab asmara

jantungmu berdebar menanti asa bersambut asa

tubuhmu gemetar mengiba cinta datang bersama jasadnya.
(jika aku yang kau cari mengapa tak kau hampiri?)

 

PROGRES AMBE’ UDUTH 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: kliping — resa @ 5:42

ku hisap rokok lintingan ku,

nyala bara menyahut,
bunyi “kretex” menimpali.

asap masuk ujung leher.

ku hembus habis asap itu.

BAH!!!
ada yang komentar:
“rokok gak gaul, ganggu aja!” (kena asap)

kujawab aja:
“jan tenan! ra ngerti ambe’ aku”.

 

Rindu 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 5:41

puaskah kau?

membuatku terpaksa menelan ego
agar dapat ku muntahkan sepotong kata rindu

kenapa tak kau maknai saja sendiri?

bukankah rasa takkan tereja oleh kata?