salam!
terimakasih sudah mampir. sebelumnya, ijinkan saya sedikit memaparkan pendapat saya tentang tulisan-tulisan saya yang ada dalam situs ini
menjadi malaikat adalah karya yang berbeda bagi saya. karena tidak menyinggung romansa sama sekali di dalamnya.
selain itu, tulisan ini saya tulis dalam hati haru dan gembira, sebab keberhasilan saya menghadapi masalah dengan bijaksana dan tidak emosional (yang sesungguhnya tabiat saya. hehehe…)
menjadi malaikat itu sulit sekali, sebab “menjaga diri” tetap bersih kadang berasa perih.
manusia terkadang bisa menjadi tuhan-tuhan kecil yang suka menindas kaumnya sendiri seolah ciptaannya yang tak berguna. mereka mencela dan memaki, seolah takdir berakhir hari ini.
mereka lupa, bahwa dunia itu berputar adanya, dan esok hari, tuhan bisa jadi siapa saja…
hadirnya menjadi malaikat dalam hidup saya cukup fenomenal, sebab banyak pihak yang akhirnya merasa tersentil kupingnya… dan itu justru membuat saya kian berbunga-bunga…
saya penikmat sastra filsafat dan tasawuf, banyak tulisan-tulisan saya yang terpengaruh oleh buku-buku filsafat atau pun tasawuf yang saya baca.
Rumi adalah salah satu sastrawan yang saya kagumi, bukan sebagai imam loh ya… dalam urusan ibadah saya ngikut Alquran dan Sunnah saja cukup, itu saja saya sudah kuwalahan kok. lagipula, saya merasa tidak perlu repot-repot menyusuri cabang-cabang jalan kecil untuk mengejar cinta Sang Maha, jika sudah ada jalan TOL…
saya sangat menghargai ilmu pengetahuan, sebenarnya saya ingin sekali menjadi guru. namun berilmu saja tidaklah cukup untuk bisa menjadi guru itu sebabnya saya jadi ngeri juga dengan profesi satu itu…
“Ayo Belajar! Sebab semua orang adalah guru, alam raya sekolahku!”