kan ku sayat maut, dimana kaaauuuu???
mari… datanglah menjemput! aaaku tidak takut!
aku shinta. tanpa rama, aku ingin mati muda dan jadi legenda…
pinjamkan aku kata2 barang sekalimat atau dua…
jika nanti kata telah menjadi puisi, maka biarkan makna hidup didalamnya,tanpa harus pupus dan menua…
langgam gumai lelana… adalah nyanyian magis yang selalu meretakkan nyenyaknya malam. aduhai dupa yang membara, sampaikan wangi cintaku pada kecapan tidurnya yang lara akibat memendam asa terlalu lama…
…dan seketika, ia jatuhkan pandangannya pada ku. sejak saat itu, ia tak lagi pernah berkedip. aku begitu “kecil” pada retinanya yang mengabu termakan waktu, selalu menghujam ku dengan cinta dan romansa…
andalusia adalah pengendara malam. dibalik jubah panjangnya tersimpan segulungan mantra yang konon bila diucapkan maka bulanpun seketika direngkuhnya. dengan kudanya, andalusia melesat dalam gelap, kibaran surbannya menebarkan wangi wangi mimpi…
sedari jadi hatiku menumpahkan sunyi yang meletup-letup di degup jantung mu yang mendesir, oooh, jerit layu kelopak-kelopak malam terhimpit riuh yang semakin keji menyudutkan lembar-lembar kenangan yang tak sudah-sudah…
aku ingin mengatakan sesuatu, namun sebelumnya telan dulu ludahmu kering2!!! ini mungkin akan sangat menyakitkan…
…apalah arti kesederhanaanku dibandingkan dengan keberagaman mereka…
“kalah body, menang nyali… Bismillah, Jihaaaaaad!!!! (^.^)9″
ketika anjing menggonggong, melihat rumput halaman ku lbh hijau…
maka aku syukur dengan mengucap, Alhamdulillah..
“People could rationally decide that prolonged relationships take up too much time and effort and that they’d much rather do other kinds of things. But most people are afraid of rejection”. Albert Ellis
You just can’t stop collecting those magic moments, can you? But what you consider to be ‘magic’ is a strange thing. Your idea of a good time would make most people very sad, depressed and suicidal.
apa siiiih? Dikit-dikit pisau analisa, dikit-dikit logika!!!
sesekali, coba pakai pisau analisamu untuk membelah dadamu sendiri,
tukar saja hatimu dengan otak!!!

sungguh kegilaan itu sudah lama hidup di otakku seperti parasit.
segala pemikiran ku ini, kerap menikam jantungku dengan pisau analisa
yang selalu mereka agungkan.
“oh, logika… untuk sekali saja, biarkan hatiku yang bicara!!!”
bukan kebohonganmu yang membuatku sedih, namun aku bersedih sebab aku takkan bisa mempercayaimu lagi setelahnya… nietzche
cinta? ah, sundal itu! mestinya aku singkirkan ia sejak dulu. sebelum matahari terbit dari matanya. sebelum mataku lelah berkeringat karena teriknya, ah… sundal! pesonanya menyilaukan… sampai akhirnya keringat menjadi darah, yang terus haus dihisapnya. aaaah! SUNDAL! mestinya ku musnahkan ia dengan matera2 jenaka, dan bukan romansa…
kebahagiaanku telah membuatku sakit, setiap penderita haruslah menjadi tabibku… zarathustra
masih cinta dengan ku?
“mungkin iya, tapi aku yakin aku bisa mengatasinya”
di bunuh?
“kira-kira bagaimana?”
jika berhasil, tolong bunuhkan juga cinta yang ada pada ku…
without love i can’t get enough
i like it rough, coz i’d rather feel pain than nothing at all…
aku mencintaimu dengan tulus, itu sebabnya aku lebih memilih untuk melihatmu mati daripada melihatmu tak setia. Marquis de Sade
Cinta seperti penyair berdarah dingin yang pandai menorehkan luka. Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya… jokpin
ono resep tekan nawak gawe tombo stres iku ono 5 wernane:
kaping 1 mangan sarden alon-alon sak kalenge
kaping 2 ngombe baygon sak botole
kaping 3 njebur sumur sak jerune
kaping 4 nguntal pacul sak garane
kaping 5 gantung diri sak matine
salah sawijine sopo bisa ngelakoni insya Allah loro stress ilang sak lawase.
repost from Slamet Yudianto
sungguh! jika kau tak percaya, tanyakan saja pada google…
Dear lover, I’ll save u in my heart, no matter what.. Whenever life hit you hard, just remember that.. Wish my love for you will gives you strenght and brings you joy… Nite love, sweetdreams..
lelah menjadi orang ketiga dalam drama kehidupanku sendiri…
Sembilu! itu harga mati mu! Mau yang mana dulu?
Kaki, tangan atau kepalamu?
Kelak jika kutorehkan lukanya,
jangan ingat mati, namun kehidupan setelahnya…
aku sungguh tak dapat bersandiwara.
apalagi padamu ; malam yang durhaka! kau janjikan aku mimpi, namun tak kau beri aku tidur!!!
cut off the phone line . it’s the way i say goodnite…
berdua dengan mama, berbagi kebahagiaan yang tak seberapa, semoga membuat kita tidak lupa bahwa kita ada dari tiada, dan yang ada menjadi tiada…
“Tidaklah orang Muslim ditimpa cobaan berupa penyakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan keburukannya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.” (HR. Bukhari-Muslim)
“Tiada suatu musibah pun yang menimpa seorang Muslim, melainkan dengannya Allah hapuskan (dosa-dosa kecil) darinya sampai-sampai sebatang duri pun yang menusuknya.”( Shahih Al-Bukhari, kitab Al-Mardla, no. 5640; Shahih Muslim, kitab Al-Birr wa Ash-Shilah, no. 2572.)
hidup datang tiba-tiba. lalu mngendap-endap mengkhianati dirinya sendiri…
most people are afraid of rejection
I’m more affraid of FAKE ACCEPTANCES…
dengan congkak, dagu mendongak, menantang langit terkoyak. ku undang guruh datang bertaruh…
malam yang genit, binar mengintip malu-malu. ku cari pelangi buat turun kebumi, mandi…
jika yang kurasakan pada-Mu ini adalah cinta, maka ampunilah aku karna hatiku mendua…
Aku menjadi berang karna tingkahnya, puisi2 matirasa, lenggak-lenggok di panggung sandiwara, cyber maya. Mari ku tikam2 saja. Biar tiada nyawa. Biar mati saja. Hidup pun tak kan guna…
menjadi penonton pasif di FB. dunia maya ini centil sekali. ih… geli aku membacanya. ingin ku ludahi saja kata2 yang menari telanjang di hadapan ku saat ini. mereka justru tampak munafik saat tak berpakaian!!!
Hidup sungguhlah satir yang jenaka. Ironis
memandang lg wujudmu di dunia maya, negeri kita. ada sejuk kurasa, mungkin itu rindu yg kau embunkan, atau mungkin cinta yg ku semaikan di tanah datar hatimu yg kini mulai rimbun di Semi, setelah salju itu meleleh…
Faith makes all things possible…. love makes all things easy… anonymous
Cinta seperti penyair berdarah dingin yang pandai menorehkan luka. Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya… jokpin
Kalah tampilan Blogq ma kmu Cha, kmu emang juarax
soal bobot tulisan kalah aku mas.
mas wawa emang juaranya!