Ku temukan dia diam membatu diatas kepala ku
tepat dimana aku berbaring kaku tak bernyawa
tertimbun tanah yang masih segar dipangkal sore.
di dadanya ada namaku terpahat
pun tanggal lahirku yg tak pernah ia ingat…
Panji Prasetyo at 12:20am May 27
“memang aku tak pernah ingat kapan kau dilhahirkan, juga dari rahim siapa kau dilahirkan…tapi setidaknya biarlah memori yang menjadi bahasa”
Sudah terlambat bagi ku untuk meninggalkan memori yg menjadi bahasa bagi mu.
cukuplah kau sebagai nisan ku
biarkan para peziarah datang melantunkan doa2
dan pulang membawa cerita
mungkin tidak untuk kita, tapi anak cucu mereka
Panji Prasetyo at 12:20am May 27
“hanya buruh, pelacur dan kaum papa yang akan datang, mereka tidak berdoa,mereka hanya diam.
ya, hanya diam….
hanya kesedihan tapi tak ada air mata
lalu mereka bernyanyi, bernyanyi lagu-lagu kami, lagu tentang hidup mereka……
dan mereka yakin semuanya tidak akan berakhir disini”
