RESATRINOVIA’S BLOG

Tentang sebuah perjuangan

Jika hanya kata yang bernyawa diantara kita 29 Maret 2009

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 3:17

Indah, bait-bait puisi yang kau gubah

Kata seakan bernyawa, berceloteh duka tentang kuncup yang binasa.

Sungguh ini sebuah ironi.

Tahukah kau bahwa kuncup-kuncup itu kini bersemayam di jantungku, menggerogoti setiap asa yang kupunya. Kau tak pernah membiarkannya menjadi merah. Cukup sampai disitu, katamu, sebab cinta itu kelabu… Apa daya, detak-detak cinta tak sehangat kemarin, gairah asmara sudah tak mengalir di nadinya sedari kuncup2 itu menjadi lesu.

Jika hanya kata yang bernyawa diantara kita

Ingin ku tikam saja dia, agar tak ada lagi cerita yang ”telah” menjadi cerita.

 

Leave a Reply