aah… kerinduan…
kenapa tak jua pupus
meski aku dan Kau begitu dekat
bahkan teramat.
(Kau Yang Maha)
aah… kerinduan…
kenapa tak jua pupus
meski aku dan Kau begitu dekat
bahkan teramat.
(Kau Yang Maha)
Sory Tuhan,
kakiku terasa berat melangkah kesana
adakah kau mengenal shalat in absentia???
mentari semarak di jendela kamar mu.
tidakkah kau terusik oleh kegaduhannya?
surga itu jauh, sementara kau;
sedang asikkah mengunyah mimpi?
pertanyaanmu sederhana saja:
“apa yang kau inginkan?”
jawabanku singkat saja:
“pengakuan dan kenyamanan”
mampukah kau menerjemahkannya?
Jika cinta yang ku percayai ini adalah energi,
Mengapa rumus dan hukum kekekalan energi tidak dapat mengurainya?
Atau memberi jawab atas apa yang tak tertanya?
Apakah Einstein penipu?
jiwa-jiwa putus asa:
hentikan harapan yang tak beralasan
pada jiwa-jiwa MATIRASA!!
Sebagai manusia:
Aku cacat!!!
sebab jiwamu tak lagi bersamaku
sebab belaianmu tak lagi bernyawa
dan
percintaan kita tinggalah jasad diatas jasad
jika kau adalah tujuan,
maka biarlah jarak menjadi batasan kearifan
hingga takdir menentukan…
kau yg diujung penantian ku,
datanglah dengan lembar halaman penghabisan
entah romansa ataupun satir,
sebuah cerita haruslah berakhir…
langkah ini begitu ringan
kujalani dengan kenikmatan
tanpa harap dan keinginan
tentang suatu yang akan
masihkah percaya?
segalanya tlah termaktubkan!
ada yang ingin ku ingkari
adayang ingin ku pungkiri
ada yang ingin ku sudahi
dan segala keberadaan ini
tak lain adalah diriku sendiri…