RESATRINOVIA’S BLOG

Tentang sebuah perjuangan

Kita (in memoriam) 30 Mei 2009

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 8:30

Ku temukan dia diam membatu diatas kepala ku

tepat dimana aku berbaring kaku tak bernyawa

tertimbun tanah yang masih segar dipangkal sore.

di dadanya ada namaku terpahat

pun tanggal lahirku yg tak pernah ia ingat…

Panji Prasetyo at 12:20am May 27

“memang aku tak pernah ingat kapan kau dilhahirkan, juga dari rahim siapa kau dilahirkan…tapi setidaknya biarlah memori yang menjadi bahasa”

Sudah terlambat bagi ku untuk meninggalkan memori yg menjadi bahasa bagi mu.

cukuplah kau sebagai nisan ku

biarkan para peziarah datang melantunkan doa2

dan pulang membawa cerita

mungkin tidak untuk kita, tapi anak cucu mereka

Panji Prasetyo at 12:20am May 27

“hanya buruh, pelacur dan kaum papa yang akan datang, mereka tidak berdoa,mereka hanya diam.

ya, hanya diam….

hanya kesedihan tapi tak ada air mata

lalu mereka bernyanyi, bernyanyi lagu-lagu kami, lagu tentang hidup mereka…

dan mereka yakin semuanya tidak akan berakhir disini”

 

Jika hanya kata yang bernyawa diantara kita 29 Maret 2009

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 3:17

Indah, bait-bait puisi yang kau gubah

Kata seakan bernyawa, berceloteh duka tentang kuncup yang binasa.

Sungguh ini sebuah ironi.

Tahukah kau bahwa kuncup-kuncup itu kini bersemayam di jantungku, menggerogoti setiap asa yang kupunya. Kau tak pernah membiarkannya menjadi merah. Cukup sampai disitu, katamu, sebab cinta itu kelabu… Apa daya, detak-detak cinta tak sehangat kemarin, gairah asmara sudah tak mengalir di nadinya sedari kuncup2 itu menjadi lesu.

Jika hanya kata yang bernyawa diantara kita

Ingin ku tikam saja dia, agar tak ada lagi cerita yang ”telah” menjadi cerita.

 

sungguh, cinta yang kau hadirkan ini bagai dajjal 10 Desember 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 2:46

inikah rupa cinta yang pernah kau tawarkan dulu?

sungguh, cinta yang kau hadirkan ini bagai dajjal…

inilah ketidak masuk akalan yang pantas bagiku ketika bercinta dalam istana bermuda

 

einstein penipu??? 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 6:06

Jika cinta yang ku percayai ini adalah energi,
Mengapa rumus dan hukum kekekalan energi tidak dapat mengurainya?
Atau memberi jawab atas apa yang tak tertanya?

Apakah Einstein penipu?

 

Aku dan segala pemikiran ku 3 November 2008

Diarsipkan di bawah: kliping — resa @ 1:39

oleh-oleh dari Zarathustra:

Tentang cinta

Aku cinta sekalian mereka yang laksana butir air yang berat, jatuh satu demi satu dari awan yang gelap, yang bergantung di atas kepala manusia: mereka memberitahukan bahwa petir akan datang dan mereka binasa sebagai pembawa berita….

Kita mencintai orang orang yang berbeda, berlutut di altar yang berbeda, meratap di muka nisan yang berbeda. namun pada akhirnya ujung perjalanan adalah sama. Kita ingin bahagia dan hidup penuh makna…

Hal berat dalam hidup ku

Apakah Hal yang berat itu?

Bukankah yang terberat itu: merendahkan dirimu sendiri agar melukai kesombonganmu? Membiarkan kesintingan mu keluar agar mengejek kearifan mu?

Ataukah hal itu: meninggalkan perjuangan kita disaat ia sedang merayakan kemenangannya? Guna mendaki pegunungan tinggi agar merayu si perayu?

Ataukah hal itu: mencintai mereka yang memusuhi kita, mengulurkan tangan kepada sang hantu ketika ia ingin mrnakuti kita?

Sungguh, aku sudah terlampau letih, bahkan untuk mati sekalipun!

tentang tidur dan kursi kebajikan

Tidur bukanlah seni yang sulit: yang kau perlukan hanya terjaga sepanjang hari untuk dapat melakukannya.

Hormatilah tidurmu dan berendah-hatilah padanya! Itulah yang utama.

Dan hindarilah orang-orang yang tidurnya resah serta terbangun di malam-malam.

Engkau harus bedamai kembali dengan dirimu sendiri: mengatasi kepahitan mu, sebab orang yang tidak berdamai dengan dirinya tidur dengan rusuh!

Kau harus menemukan sepuluh kebenaran dalam sehari. Sebab jika tidak, kau akan mencari kebenaran dimalam-malam pula sebab jiwamu masih kelaparan.

Kau harus tertawa dan bersikap dengan riang seharian atau jiwamu, ayah dari penyakit, akan mengganggumu di malam hari.

Aku tak inginkan banyak harta dan penghormatan, mereka membangkitkan kedengkian. Kedengkian menyebabkan tidur mjd tidak nyaman.

Alam semesta

Dunia tampak bagiku bagai karya suatu tuhan yang sedang menderita dan tersiksa.

Masa itu, dunia tampak bagiku seakan akan mimpi dan fiksi suatu tuhan. Dunia itu uap warna-warni di hadapan mata tuhan yang kecewa.

Ah! Tuhan yang ku ciptakan ini adalah hasil kegilaan ku, layaknya semua dewa-dewa…!

Sungguh, jika kehidupan tak masuk akal sedang aku harus memilih yang tidak masuk akal, inilah ketidakmasukakalan yang pantas bagiku pula.

tentang membaca dan menulis

Dari semua tulisan, yang kusukai dalah tulisan yang ditulis dengen darah. Dengan demikian akan kau temukan roh.

Ia yang menulis dengan darah dan aforisme tak ingin dibaca, ia ingin dipelajari dalam hati…

Aku mjd panas dan hangus oleh pemikiran-pemikiranku sendiri. Hal itu sering membuatku tak dapat bernafas. Aku penah meninggalkan rumah para sarjana dengan membanting pintu dibelakang ku.

Terlalu lama jiwaku duduk kelaparan dimeja mereka, aku belum belajar, sebagaimana mereka, untuk memecahkan pengetahuan seperti orang memcah kulit kacang!

Ketika mereka meyebut dirinya arif, kata-kata dan kebenaran kecil mereka membuatku puyeng! Kearifan mereka sering berbau rawa-rawa dan memang, aku mendengar kodok berkerok di dalamnya!

Mereka pintar,mereka memiliki jari-jari cerdik: apalah kesederhanaan-ku dibandingkan dengan keragaman mereka? (Jari-jari mereka memang sangat memahami ritme ketukan keyboard)

Tentang ku

Sedangkan aku:

Mereka tidak mengerti aku, aku bukanlah mulut untuk telinga-telinga itu. Perlukah telinga mereka itu dipotong dulu, supaya mereka belajar mendengar dengan matanya?

Mereka mengira aku dingin dan mengejek dengan ejekan yang keji.

Dan kini, mereka melihat kepada ku dan tertawa: dan sambil tertawa mereka membenciku pula. Dingin seperti es tawa mereka…

Tentang engkau

Engkau bagiku tampak seperti lidah api di pegunungan:

Engkau megerti bagaimana meraung dan bagaimana menggelapkan udara dengan abu. Engkau adalah pembual terbesar dan telah cukup belajar seni membuat lumpur mendidih!

 

PROGRES AMBE’ UDUTH 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: kliping — resa @ 5:42

ku hisap rokok lintingan ku,

nyala bara menyahut,
bunyi “kretex” menimpali.

asap masuk ujung leher.

ku hembus habis asap itu.

BAH!!!
ada yang komentar:
“rokok gak gaul, ganggu aja!” (kena asap)

kujawab aja:
“jan tenan! ra ngerti ambe’ aku”.

 

Hanya Jika 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 5:59

jika kau adalah tujuan,
maka biarlah jarak menjadi batasan kearifan
hingga takdir menentukan…

kau yg diujung penantian ku,
datanglah dengan lembar halaman penghabisan
entah romansa ataupun satir,
sebuah cerita haruslah berakhir…

 

selamat pagi sayang… 31 Maret 2009

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 7:47
Tags:

selamat pagi sayang,

waktunya keluar kandang

bangun dan pergi berjuang

seperti angsa giat pergi berkubang

sampai nanti datang petang.

sayang, jangan lupa sarapan

biar kuat dan gak kelaparan

lalu pingsan di jalanan

kan kasian…

udah ga bakalan ada yang nolongin,

malah hape dan dompet kamu di rampokin.

kamunya di biarin terkapar di aspal dingin

sampe kamu masuk angin

duh, ga tega aku ngabayangin…

 

rindu 9 November 2008

Diarsipkan di bawah: kliping — resa @ 12:34

aah… kerinduan…

kenapa tak jua pupus

meski aku dan Kau begitu dekat

bahkan teramat.

(Kau Yang Maha)

 

ke Masjid 9 November 2008

Diarsipkan di bawah: kliping — resa @ 12:29

Sory Tuhan,

kakiku terasa berat melangkah kesana

adakah kau mengenal shalat in absentia???

 

selamat pagi cinta! 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 6:12

mentari semarak di jendela kamar mu.

tidakkah kau terusik oleh kegaduhannya?

surga itu jauh, sementara kau;
sedang asikkah mengunyah mimpi?

 

Aku Ingin apa??? 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 6:10

pertanyaanmu sederhana saja:
“apa yang kau inginkan?”

jawabanku singkat saja:
“pengakuan dan kenyamanan”

mampukah kau menerjemahkannya?

 

Sampah! 7 November 2008

Diarsipkan di bawah: Tulisanku — resa @ 6:05

jiwa-jiwa putus asa:

hentikan harapan yang tak beralasan

pada jiwa-jiwa MATIRASA!!