RESA TRINOVIA "The Journey"

it's a process of self discovery

melukis cinta

cinta yang coba kulukis kembali kian abstrak,  sejak kau katakan kau tak mempercayainya…

Filed under: Tulisanku

Padamu Sang Batu

padamu sang batu,

aku takkan menjadi lahar yang meleburkan wujudmu
aku takkan menjadi air yang mengikis habis adamu
aku pahat yang mengukir indah parasmu dihatiku.

sebuah dedikasi kepada cinta yang tak terdefinisi…

Filed under: Tulisanku

einstein penipu???

Jika cinta yang ku percayai ini adalah energi,
Mengapa rumus dan hukum kekekalan energi tidak dapat mengurainya?
Atau memberi jawab atas apa yang tak tertanya?

Apakah Einstein penipu?

Filed under: Tulisanku

ke Masjid

Sory Tuhan,

kakiku terasa berat melangkah kesana

adakah kau mengenal shalat in absentia???

Filed under: kliping

koma setelah kata Tamat

Singkat cerita, kau ubah puisi menjadi prosa.

Di ujung kalimat, ku tuang kopi ke dalam cangkir.

Pada pena yg letih : “adakah kau mengenal Koma setelah kata Tamat?”

Filed under: Tulisanku

kosong

aku terkapar di ranah pembaringan, berduyun letih menggerogoti.
telah dipungutnya remah-remah kehidupan ku yang tersisa.
aku demikian layu, sejak matahari tak pernah lagi terbit dari mata mu…
lembut wajahmu, tertutup kabut, menjadi sekat pada cinta kita yang kelat.
sungguh, Ketiadaan menjadikan ada kian sempurna, meski kosong pada makna.

Filed under: Tulisanku

pada tiap kitab, kutuliskan mantra

pada tiap kitab, kutuliskan mantra.
oh… apakah angin akan membuka lembar2nya?
akankah musim membuatnya hangus menjadi debu2 ajaib yang menghamba pd mu?
sebab ujung jariku bukanlah sihir yang menjelmakan segala ingin.
maka akan ku coba jalan yang lain,
seperti bayi ismail, kubiarkan diriku haus agar mencipta air suci dari lutut kaki…
sementara seumur hidup pun berpuasa, takkan membuatku dahaga, sebab kasih ku yang tak terhingga…

Filed under: Tulisanku

puisi-puisi cyber-maya

Aku menjadi berang karna tingkahnya;
puisi2 matirasa, lenggak-lenggok di panggung sandiwara, cyber maya…
Mari ku tikam2 saja
Biar tiada nyawa
Biar mati saja
Hidup pun tak kan guna…

Filed under: Tulisanku

menjadi malaikat

setelah badai itu mengering, hujan pun menjadi redup.

hatiku yang gerimis, kini terbang tinggi melangit.

ku sapa pucuk-pucuk cemara : “tidakkah kau lihat? ada halo diatas kepalaku!”

nikmati saja kini, indah sayapku terkepak…

 

aku malaikat itu, diantara tuhan-tuhan kecil sepertimu

aku malaikat itu, diantara laknat dan murka mu

dan saat kiamat mu menjadi tamat

aku tetaplah malaikat itu, pada sabda mu yang tak lagi keramat…

Filed under: Tulisanku

Kita (in memoriam)

Ku temukan dia diam membatu diatas kepala ku

tepat dimana aku berbaring kaku tak bernyawa

tertimbun tanah yang masih segar dipangkal sore.

di dadanya ada namaku terpahat

pun tanggal lahirku yg tak pernah ia ingat…

Panji Prasetyo at 12:20am May 27

“memang aku tak pernah ingat kapan kau dilhahirkan, juga dari rahim siapa kau dilahirkan…tapi setidaknya biarlah memori yang menjadi bahasa”

Sudah terlambat bagi ku untuk meninggalkan memori yg menjadi bahasa bagi mu.

cukuplah kau sebagai nisan ku

biarkan para peziarah datang melantunkan doa2

dan pulang membawa cerita

mungkin tidak untuk kita, tapi anak cucu mereka

Panji Prasetyo at 12:20am May 27

“hanya buruh, pelacur dan kaum papa yang akan datang, mereka tidak berdoa,mereka hanya diam.

ya, hanya diam….

hanya kesedihan tapi tak ada air mata

lalu mereka bernyanyi, bernyanyi lagu-lagu kami, lagu tentang hidup mereka…

dan mereka yakin semuanya tidak akan berakhir disini”

Filed under: Tulisanku

selamat pagi sayang…

selamat pagi sayang,

waktunya keluar kandang

bangun dan pergi berjuang

seperti angsa giat pergi berkubang

sampai nanti datang petang.

sayang, jangan lupa sarapan

biar kuat dan gak kelaparan

lalu pingsan di jalanan

kan kasian…

udah ga bakalan ada yang nolongin,

malah hape dan dompet kamu di rampokin.

kamunya di biarin terkapar di aspal dingin

sampe kamu masuk angin

duh, ga tega aku ngabayangin…

Filed under: Tulisanku ,

Jika hanya kata yang bernyawa diantara kita

Indah, bait-bait puisi yang kau gubah

Kata seakan bernyawa, berceloteh duka tentang kuncup yang binasa.

Sungguh ini sebuah ironi.

Tahukah kau bahwa kuncup-kuncup itu kini bersemayam di jantungku, menggerogoti setiap asa yang kupunya. Kau tak pernah membiarkannya menjadi merah. Cukup sampai disitu, katamu, sebab cinta itu kelabu… Apa daya, detak-detak cinta tak sehangat kemarin, gairah asmara sudah tak mengalir di nadinya sedari kuncup2 itu menjadi lesu.

Jika hanya kata yang bernyawa diantara kita

Ingin ku tikam saja dia, agar tak ada lagi cerita yang ”telah” menjadi cerita.

Filed under: Tulisanku

sungguh, cinta yang kau hadirkan ini bagai dajjal

inikah rupa cinta yang pernah kau tawarkan dulu?

sungguh, cinta yang kau hadirkan ini bagai dajjal…

inilah ketidak masuk akalan yang pantas bagiku ketika bercinta dalam istana bermuda

Filed under: Tulisanku

rindu

aah… kerinduan…

kenapa tak jua pupus

meski aku dan Kau begitu dekat

bahkan teramat.

(Kau Yang Maha)

Filed under: kliping