cinta yang coba kulukis kembali kian abstrak, sejak kau katakan kau tak mempercayainya…
Filed under: Tulisanku
3 November 2008 • 1:34 0
cinta yang coba kulukis kembali kian abstrak, sejak kau katakan kau tak mempercayainya…
Filed under: Tulisanku
7 November 2008 • 5:46 0
padamu sang batu,
aku takkan menjadi lahar yang meleburkan wujudmu
aku takkan menjadi air yang mengikis habis adamu
aku pahat yang mengukir indah parasmu dihatiku.
sebuah dedikasi kepada cinta yang tak terdefinisi…
Filed under: Tulisanku
• 6:06 0
Jika cinta yang ku percayai ini adalah energi,
Mengapa rumus dan hukum kekekalan energi tidak dapat mengurainya?
Atau memberi jawab atas apa yang tak tertanya?
Apakah Einstein penipu?
Filed under: Tulisanku
9 November 2008 • 12:29 5
Sory Tuhan,
kakiku terasa berat melangkah kesana
adakah kau mengenal shalat in absentia???
Filed under: kliping
13 January 2010 • 3:21 0
Singkat cerita, kau ubah puisi menjadi prosa.
Di ujung kalimat, ku tuang kopi ke dalam cangkir.
Pada pena yg letih : “adakah kau mengenal Koma setelah kata Tamat?”
Filed under: Tulisanku
• 3:16 0
aku terkapar di ranah pembaringan, berduyun letih menggerogoti.
telah dipungutnya remah-remah kehidupan ku yang tersisa.
aku demikian layu, sejak matahari tak pernah lagi terbit dari mata mu…
lembut wajahmu, tertutup kabut, menjadi sekat pada cinta kita yang kelat.
sungguh, Ketiadaan menjadikan ada kian sempurna, meski kosong pada makna.
Filed under: Tulisanku
• 3:07 0
pada tiap kitab, kutuliskan mantra.
oh… apakah angin akan membuka lembar2nya?
akankah musim membuatnya hangus menjadi debu2 ajaib yang menghamba pd mu?
sebab ujung jariku bukanlah sihir yang menjelmakan segala ingin.
maka akan ku coba jalan yang lain,
seperti bayi ismail, kubiarkan diriku haus agar mencipta air suci dari lutut kaki…
sementara seumur hidup pun berpuasa, takkan membuatku dahaga, sebab kasih ku yang tak terhingga…
Filed under: Tulisanku
15 November 2009 • 8:48 1
Aku menjadi berang karna tingkahnya;
puisi2 matirasa, lenggak-lenggok di panggung sandiwara, cyber maya…
Mari ku tikam2 saja
Biar tiada nyawa
Biar mati saja
Hidup pun tak kan guna…
Filed under: Tulisanku
• 8:41 1
setelah badai itu mengering, hujan pun menjadi redup.
hatiku yang gerimis, kini terbang tinggi melangit.
ku sapa pucuk-pucuk cemara : “tidakkah kau lihat? ada halo diatas kepalaku!”
nikmati saja kini, indah sayapku terkepak…
aku malaikat itu, diantara tuhan-tuhan kecil sepertimu
aku malaikat itu, diantara laknat dan murka mu
dan saat kiamat mu menjadi tamat
aku tetaplah malaikat itu, pada sabda mu yang tak lagi keramat…
Filed under: Tulisanku
30 May 2009 • 8:30 0
Ku temukan dia diam membatu diatas kepala ku
tepat dimana aku berbaring kaku tak bernyawa
tertimbun tanah yang masih segar dipangkal sore.
di dadanya ada namaku terpahat
pun tanggal lahirku yg tak pernah ia ingat…
Panji Prasetyo at 12:20am May 27
Sudah terlambat bagi ku untuk meninggalkan memori yg menjadi bahasa bagi mu.
cukuplah kau sebagai nisan ku
biarkan para peziarah datang melantunkan doa2
dan pulang membawa cerita
mungkin tidak untuk kita, tapi anak cucu mereka
Panji Prasetyo at 12:20am May 27
ya, hanya diam….
hanya kesedihan tapi tak ada air mata
lalu mereka bernyanyi, bernyanyi lagu-lagu kami, lagu tentang hidup mereka……
dan mereka yakin semuanya tidak akan berakhir disini”
Filed under: Tulisanku
31 March 2009 • 7:47 0
selamat pagi sayang,
waktunya keluar kandang
bangun dan pergi berjuang
seperti angsa giat pergi berkubang
sampai nanti datang petang.
sayang, jangan lupa sarapan
biar kuat dan gak kelaparan
lalu pingsan di jalanan
kan kasian…
udah ga bakalan ada yang nolongin,
malah hape dan dompet kamu di rampokin.
kamunya di biarin terkapar di aspal dingin
sampe kamu masuk angin
duh, ga tega aku ngabayangin…
29 March 2009 • 3:17 0
Indah, bait-bait puisi yang kau gubah
Kata seakan bernyawa, berceloteh duka tentang kuncup yang binasa.
Sungguh ini sebuah ironi.
Tahukah kau bahwa kuncup-kuncup itu kini bersemayam di jantungku, menggerogoti setiap asa yang kupunya. Kau tak pernah membiarkannya menjadi merah. Cukup sampai disitu, katamu, sebab cinta itu kelabu… Apa daya, detak-detak cinta tak sehangat kemarin, gairah asmara sudah tak mengalir di nadinya sedari kuncup2 itu menjadi lesu.
Jika hanya kata yang bernyawa diantara kita
Ingin ku tikam saja dia, agar tak ada lagi cerita yang ”telah” menjadi cerita.
Filed under: Tulisanku
10 December 2008 • 2:46 1
inikah rupa cinta yang pernah kau tawarkan dulu?
sungguh, cinta yang kau hadirkan ini bagai dajjal…
inilah ketidak masuk akalan yang pantas bagiku ketika bercinta dalam istana bermuda
Filed under: Tulisanku